giustiageoda:
hai, aku berbicara selaku wanita yang beranjak dua puluh.
sebagaimana seharusnya aku mulai berfikir tentang masa depan, masaku menghabiskan waktu menyayangimu dan anak-anak kita kelak.
saat aku menulis ini, aku tak tahu kalau kau kelak menjadi imam dalam tiap sujudku pada Yang Maha Kuasa.
mungkin saja aku mengenalmu, mungkin juga tidak.
mungkin saja aku pertama bertemu kau di halte busway, atau gate F4 sebelum pesawat take off pukul sepuluh tepat.
mungkin saja kau suka memakai baju kotak-kotak atau polo shirt beremblem klub sepakbola favoritmu.
mungkin saja kau suka menenteng tabung gambar atau gitar berdawai enam.
intinya, aku masih buram.
aku masih buram tentang siapakah kelak yang dapat kupastikan akan kukecup mesra untuk membangunkannya solat subuh.
siapapun engkau, jodohku kelak, aku tak hanya menantimu. ketahuilah, kini aku sedang berusaha mencarimu juga.
aku tak hanya sekedar duduk di bangku taman memegang notes kecil dan menuliskan anganku tentangmu.
ketahuilah, aku pun sedang berusaha menggapai jemarimu yang entah menggenggam erat jemari siapa detik ini.
tolong ingatkan aku kelak jika aku tak lagi memperlakukanmu sebagaimana awal aku mengikrarkan diriku mengabdi padamu.
karena tak ada yang kuinginkan selain menjalani sisa hariku dipelukmu.
ya, masih buram. mungkin saja kau yang pertama bertemu denganku pada 2010 lalu, saat OHU.
mungkin juga kau yang mengenalkanku pada filosofi “cinta dan laser”
pun mungkin jika kau itu yang selalu menambahkan ‘s’ pada akhir namaku ketika memanggil
haha
memang selalu cocok sama tulisan godel, dari SMA.
keep writing keep galau-ing godel ;)